Aku menatapmu dengan pasti di kala senja
Sungguh merona dan rupawan, ku coba mengingat garis lekukan wajah, agar pada detik tak bersua kau terlukis dengan jelas..
Mataku selalu meredup, jika kau berlalu di hadapan, karena maluku untuk menatap
Pada detik yang bagiku mustahil, kau berlirih penuh cinta mengungkap rasa
Kita bersapa dan bertukar cerita , entah sesak, air mata ataupun hal bahagia
Namun, pada detik berikutnya kau menyerah
Pada alasan memilukan, tau kah engkau bagaimana diri menjadi remuk ?
Bertemu dan berpapasan denganmu adalah siksa, ucapan dan ktersediaan dirimu pada orang lain adalah hancur, wajah tanpa senyummu adalah luka, dan jawaban seada mu adalah binasa
Setersiksa itukah mencinta, pada tawa yang hrusnya menjadi milikku
Namun pada detik berikutnya, ku prcaya ketenanganmu akan segera berjumpa, mungkim bukan aku, nmun do'a ku sllu ada menghias setiap wjahmu berlalu di hadapan..
Terimakasih pernah mmbingkai kisahku, meski tak kau peluk, nmun setidaknya kau mampu membuatku percaya, cinta itu adalah Allah
Nurhalimah Zakiah November 15, 2021 New Google SEO Bandung, Indonesia