Pinta
Aku mulai tak memahami rasa..
Mengapa ia msih tetap singgah padahal sudah terluka sangat parah .
Aku mulai tak memahami rasa..
Mengapa ia tak beralih untuk sekdar bepindah menyelamatkan diri..
Lelah sudah ku buat ia binasa, karena enggannya utk binasa..
Oh rasa, tak kah kau lelah?
Oh rasa, tak kah kau ingin pergi?
Ayolah, binasalah dg semestinya, agar cabikanmu tak semakin membunuhmu..
Ku lelah biarkan kau binasa tnpa terluka, ku lelah biarkan kau binasa tnpa terbunuh..
Apa kau inginku memaksa?
Hingga kau dngan sendirinya berlalu?
Hargai hatiku yg tak punya nyali utk mencari penawar..
hargai hatiku yg mlai lelah utk izinkan penghuni..
Aku mulai tak memahami rasa, karenanya aku tak punya bahasa utk memaksa ..
Aku mulai tak memahami rasa..
Mengapa ia tak beralih untuk sekdar bepindah menyelamatkan diri..
Lelah sudah ku buat ia binasa, karena enggannya utk binasa..
Oh rasa, tak kah kau lelah?
Oh rasa, tak kah kau ingin pergi?
Ayolah, binasalah dg semestinya, agar cabikanmu tak semakin membunuhmu..
Ku lelah biarkan kau binasa tnpa terluka, ku lelah biarkan kau binasa tnpa terbunuh..
Apa kau inginku memaksa?
Hingga kau dngan sendirinya berlalu?
Hargai hatiku yg tak punya nyali utk mencari penawar..
hargai hatiku yg mlai lelah utk izinkan penghuni..
Aku mulai tak memahami rasa, karenanya aku tak punya bahasa utk memaksa ..
Thanks for reading & sharing Cetmas (Coretan Tinta Emas)


0 Comments:
Posting Komentar